Demokrasi Dalam Sejarah

1 Mar

Demokrasi telah ada sejak zaman yunani kuno (5SM) di kota polis dengan partisipasi rakyat secara langsung dalam persoalan pemerintahan. Pencetusan kata “demokrasi” tersebut dipimpin oleh Cleisthenes, warga Athena mendirikan negara yang umum dianggap sebagai negara demokrasi pertama pada tahun 508-507 SM. Kata demokrasi berasal dari bahasa Yunani “Demos” yang berarti rakyat dan “kratos” yang berarti sebuah kekuasaan, sehingga kata tersebut disatukan menjadi kata “Demokratia” yang berarti kekuasaan rakyat. Hal itu membuat Cleisthenes mendapat apresiasi dari rakyat dan disebut sebagai disebut sebagai “bapak demokrasi Athena“.

 Gagasan tentang demokrasi sempat menghilang dari peradaban sebagai akibat dari perlawanan Bangsa Eropa Barat yang mengalahkan pasukan Bangsa Romawi ketika memasuki masa Abad Pertengahan (6 – 14). Namun ajaran atau paham tentang demokrasi berhasil bangkit lagi, hal ini disebabkan oleh ketidaksenangan rakyat atas kesewenang-wenangan para penguasa terhadap rakyat jelata, rakyat menuntut persamaan hak di beberapa bidang seperti bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, meningkatkan pemahaman agar menjadi lebih baik tentang konsep atau teori-teori tentang demokrasi yang mengarah pada prinsip Hak Asasi Manusia, dan banyak Negara-negara yang mengupayakan transisi menuju demokrasi adalah masyarakat-masyarakat yang kurang kaya, kurang stabil, dan mungkin semuanya dapat diklasifikasikan sebagai “periferal” atau “bergantung”.

Pengertian demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang semua warga Negara yang memiliki hak setara dalam mengambil keputusan, baik secara langsung, maupun secara tidak langsung. Abraham Lincoln berpendapat bahwa system demokrasi adalah system pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Ada dua bentuk dasar dari demokrasi, antara lain demokrasi langsung dan demokrasi perwalian. Karl Popper juga mendefinisikan demokrasi sebagai sesuatu yang berbeda dengan kediktatoran atau tirani, sehingga berfokus pada kesempatan bagi rakyat untuk mengendalikan para pemimpinnya dan menggulingkan mereka tanpa perlu melakukan revolusi.

Ada beberapa jenis demokrasi, tetapi hanya ada dua bentuk dasar. Keduanya menjelaskan cara seluruh rakyat menjalankan keinginannya. Bentuk demokrasi yang pertama adalah demokrasi langsung, yaitu semua warga negara berpartisipasi langsung dan aktif dalam pengambilan keputusan pemerintahan, contohnya adalah pemilihan ketua kelas. Di kebanyakan negara demokrasi modern, seluruh rakyat masih merupakan satu kekuasaan berdaulat namun kekuasaan politiknya dijalankan secara tidak langsung melalui perwakilan; ini disebut demokrasi perwakilan. Konsep demokrasi perwakilan muncul dari ide-ide dan institusi yang berkembang pada Abad Pertengahan EropaEra Pencerahan, dan Revolusi Amerika Serikat dan Perancis, contohnya penentuan atau pembuatan undang-undang melalui DPR.

Dalam pandangan demokrasi sebagai pandangan hidup, pada konsep Komunis – Marxis mengatakan bahwa demokrasi dipusatkan pada kepemilikan alat-alat produksi perekonomian. Selain itu, konsep Barat mengatakan bahwa demokrasi dianggap sebagai pandangan hidup yang lebih luas jangkauannya dan memiliki unsure pokok yang menggarisi antara pemerintah dengan rakyat. Unsure-unsur tersebut adalah :

  • Empirisme Rasional    : unsure yang didasarkan pada kepercayaan akal budi dan penerapannya tidak hanya pada alam fisik namun juga pada hubungan antar manusia.
  • Pementingan individu : unsure yang membedakan antara liberal dengan rezim otoriter atau totaliter.
  • Teori Instrumental tentang Negara : Negara sebagai suatu mekanisme yang digunakan untuk mencapai tujuan yang luhur dari mekanisme itu sendiri.
  • Teori Demokrasi          : unsure yang memandang prinsip kesukarelaan sebagai penggerak dan nafas kehidupan dalam masyarakat bebas.
  • Konsep hokum di balik hokum           : masyarakat dipandang sebagai himpunan berbagai perkumpulan sukarela dan Negara adalah badan yang diorganisasikan secara sukarela.

Jadi pada intinya, prinsip demokrasi merupakan instrumentasi dari semua aturan-aturan yang menyetarakan kedudukan rakyat dalam pemerintahan , baik dalam pemilihan umum maupun dalam menjalankan roda pemerintahan. Atau dalam kata lain demokrasi merupakan kondisi dimana masyarakat dapat mengontrol para penguasa dalam menjalankan pemerintahan.

 Daftar pustaka :

O’Donnell, Guilermo. 1992. Transisi Menuju Demokrasi. LP3ES

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: