Neoliberalisme menuju sebuah dunia baru

1 Mar

Neoliberalisme muncul disaat globalisasi semakin merajalela di hampir seluruh penjuru dunia. Paham ini tidak menyukai adanya campur tangan pemerintah dalam perekonomian dan menjadikan pasar sebagai satu-satunya tolak ukur keberhasilan program-program pembangunan. Disini, “pasar”, “deregulasi” , “debirokratisasi” , dan “privatisasi” dijadikan sebagai solusi untuk mengatasi berbagai masalah sosial-ekonomi sekaligus mengejar pertumbuhan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Neoliberalisme juga muncul sebagai perwujudan baru dari paham liberalisme yang saat ini dapat dikatakan telah menguasai sistem perekonomian dunia.
Sebelumnya, proyek liberalisme global berangan-angan bahwa merupakan suatu hal yang mungkin untuk menjadikan manajemen masyarakat sebagai pasar ekonomi. Angan-angan ini dapat terwujud karena pasar yang diregulasi akan menghasilkan keseimbangan permintaan dan penawaran yang stabil serta terjadi keseimbangan general ini akan efektif dan optimal secara sosial. Pengaruh pemikiran ekonomi konvensional menyatakan bahwa bentuk manajemen sosial seperti ini merupakan bentuk yang rasional yang dapat menghasilkan kehidupan-kehidupan yang terbaik di dunia. Dalam hal ini liberalisme hanyalah sebagai utopia kapital yang berarti mimpi dari sebuah penguasaan modal para kapitalis.
Terdapat perbedaan yang sangat mendasar antara Liberal Klasik dengan Neoliberal. Dalam Liberal Klasik, mengharapkan agar pasar menjadi cara terbaik untuk mengatur jalannya perekonomian, sedangkan kubu Neoliberal mendesak agar pasar dijadikan sebagai satu-satunya cara untuk mengatur jalannya perekonomian sekaligus sebagai tolak ukur atas kegagalan maupun keberhasilan dari kebijakan pemerintah. Abba P. Lerner berkomentar, ”Ilmu ekonomi aliran utama (Liberalisme dan Neoliberalisme) telah memecahkan sebuah masalah besar: mengganti suatu proses politik yang intinya berupa konflik kekuasaan dengan istilah transaksi.”
Paham Neoliberalisme telah menyebar di Inggris dan Amerika Serikat, karena disana yang awalnya menganggap paham ini sebagai paham yang kejam dan mereka juga menganggap bahwa perekonomian harus dikelola demi masyarakat umum, bukan demi individu – individu, pada akhirnya terpaksa harus menerima paham Neoliberalisme karena akibat tingginya pengangguran dan jebakan penyatuan moneter Eropa. Selain itu, lama kelamaan hampir seluruh Negara Eropa mulai terpengaruh dan akhirnya menganut paham Neoliberalisme. Makin banyaknya Negara kesejahteraan dapat dilihat dari mulai diterapkannya kebijakan penurunan usia pensiun bagi pekerja sector publik di Jerman, Italia, dan Yunani.
Namun paham ini sangat ditentang keras oleh Gerakan Kiri yang dipelopori oleh Rusia, Kuba, dan Cina. Mereka menganggap bahwa paham Neoliberalis merupakan paham yang memberi peluang besar bagi berkembangnya para kaum kapitalis dan menambah penderitaan rakyat golongan kecil. Hal itu terjadi, karena peran Negara yang seharusnya menjadi kekuatan untuk mengatur khususnya perekonomian justru digantikan oleh pihak swasta. Selain itu, paham ini juga mengakibatkan hilangnya sebuah konsep yang disebut “Warga Negara” yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah, menjadi konsep “Rakyat” yang berarti Negara tidak bertanggung jawab terhadap kesejahteraan penduduknya. Rakyat dapat hidup sehat, kaya, sejahtera, sedangkan di sisi lain rakyat juga dapat hidup miskin, dan menderita.
Pada akhirnya, Gerakan Kiri membuat sebuah paham baru yang mereka gunakan untuk melawan Neoliberalisme, yang mereka sebut sebagai paham NeoMarxisme. Mereka menggunakan paham ini untuk mengembalikan pemikiran marx kembali, karena yang disebut Marxisme adalah penafsiran yang dilakukan oleh Lenin dan Angels. Selain itu, mereka juga ingin mengembalikan peran pemerintah khususnya dalam perekonomian agar kesejahteraan rakyat yang sebelumnya hanya didominasi oleh kaum Kapitalis dapat mencapai kesetaraan.
Pengaruh Paham Neoliberalisme yang sangat mengagung – agungkan kebebasan juga menyebabkan tumbuhnya berbagai gerakan sosial yang mengatasnamakan kebebasan, gerakan ini dikenal sebagai Gerakan Sosial Baru. Gerakan ini merupakan gerakan yang lebih modern dari gerakan sosial yang sebelumnya seperti gerakan buruh, gerakan petani. Bedanya gerakan sosial lama memperjuangkan kelas, sedangkan gerakan sosial baru bisa lintas kelas tetapi memperjuangkan kepentingan yang sama seperti kesetaraan gender. Selain itu, gerakan sosial baru dipelopori oleh kaum intelektual karena kaum intelektual memiliki berbagai macam gagasan untuk perubahan yang lebih baik.

Daftar Pustaka
Deliarnov. 2005. Ekonomi Politik. Jakarta : Erlangga
Amin, Samir. 2010. Dunia yang Hendak Kita Wujudkan. Yogyakarta : Resist

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: