Matinya Ideologi Daniel Bell

14 Jun

Daniel Bell termasuk salah satu dari intelektual Amerika yang tidak puas dengan cara penggambaran orang-orang eropa terhadap Amerika. Menurutnya ketidaklengkapan banyak teori sosial yang memotret Amerika disebabkan gagasan aplikatif yang tanpa kritik dari Sosiologi Eropa atas perbedaan pengalaman yang besar dengan kehidupan masyarakat Amerika. Hal ini nampak pada teori massa , sebuah konsep yang menjadi (seperti kata Bell) tema ilusi aristokratik dan radikal dari kehidupan Amerika, dan melihat politik Amerika dalam istilah-istilah yang jarang digunakan. Kekeliruan semacam itu tidak hanya gagal menjelaskan perubahan sosial Amerika, tapi juga membawa implikasi dalam penginterpretasian kelanjutan proses perkembangan masyarakat industry dengan demokrasi sebagai tulang punggung yang member kewenangan pada individu seluas-luasnya untuk berperan dalam politik.

Menurut Bell, sumber dari pengaruh perubahan sosial itu secara keseluruhan berbeda dengan decade 30-an yang lebih berhubungan dengan persoalan domestik, melainkan disebabkan oleh kejadian-kejadian internasional pada decade 50-60-an seperti dalam hal ini kaitan perang dingin yang dipiciu interaksi perlombaan senjata dengan pertikaian ideologis terutama kapitalisme melawan sosialisme.

Mengenai ideologi, Bell menganggap bahwa analisis tentang ideologi berkaitan dengan perdebatan intelektual yang juga bersifat filosofis. Ia mengajukan alasan dengan member contoh ketika seseorang sering mengaitkan kata umat dengan suatu agama sedangkan intelektual dengan suatu ideologi. Hal semacam ini menurutnya memberi bukti bagaimana kata ideologi dalam pemakaian aktifitas intelektual yang sangat luas menjadi sarat makna dan dipakai dalam berbagai fungsi. Upaya menurut secara historis konsep ideologi berguna untuk mengetahui secara tepat perbedaan makna dalam pikiran para tokoh pemikir yang berkaitan dengan situasi aktual di jamannya karena itu tidak hanya dimaknai secara berbeda namun kadang-kadang juga bertolak belakang. Secara filosofis, perunutan secara historis dapat membantu mengetahui proses perkembangan gagasan ideologi dari satu pikiran tokoh ke pikiran tokoh yang lain, seperti halnya yang dilakukan Bell dalam karyanya The End of Ideology.

Dalam karyanya The End of Ideology, Bell membagi menjadi 3 bagian. Bagian yang pertama berisi kritik dan analisa Bell atas beberapa pendekatan yang keliru terhadap masyarakat Amerika. Dalam kritiknya terhadap Teori Masyarakat Massa, Bell berpretensi untuk menunjukkan bagaimana sejumlah teori tentang Amerika menyajikan penggambaran yang tidak utuh. Selain itu, teori masyarakat massa dianggap tidak dapat memeriksa masyarakat Amerika secara tepat, karena Urbanisasi, Industrialisasi, dan demokrasi telah menceraikan ikatan lama masyarakat ke dalam bentuk yang belum terjadi sebelumnya. Bell juga menjelaskan bahwa masyarakat Amerika memang telah “teratomisasi”, namun mereka sekaligus me-ngembangkan rasa kepedulian sosial. Secara induktif, sikap kritis ini simetris dengan keyakinannya bahwa tidak ada ideologi yang benar dalam banyak wilayah, layaknya manusia yang pasti punya “dosa”.

Bagian kedua, ia lebih menyorot pada kompleksitas kehidupan masyarakat Amerika yang sering disebut sebagai kapitalisme proletariat. Dalam masalah itu, Bell melakukan pembedaan dalam serikat dagang Amerika. Pertama dalam kemun-culannya sebagai gerakan sosial, dan kedua sebagai kekuatan ekonomi (market unionism). Seperti telah diketahui, gerakan sosial merupakan sebuah konsepsi ideologi yang melihat buruh sebagai bagian dari sejarah penentangan terhadap tatanan mapan. Sedangkan Market Unionism merupakan suatu konsepsi ekonomi, suatu pembatasan tugas dan fungsi yang dipengaruhi oleh realita dan lingkungan industry yang khusus dimana union itu berada. Di Amerika serikat dagang sebagai sebuah gerakan sosial yang memiliki fungsi unik, yang lebih sering dikenal sebagai “Laborisme”. Laborisme beranggapan bahwa gerakan serikat dagang, meski bersifat ideologis, dan memiliki perbedaan sumber kohesi bila dibandingkan dengan gerakan radikal. Dalam gerakan ini, terdapat pembagian kekuasaan, seperti kekuasaan dalampabrik yang meliputi tawar menawar upah dan kondisi kerja, dan dalam masyarakat, seperti pembentukan peraturan bagi kesejahteraan buruh.

Dan dalam bagian ketiga, Bell memaparkan tentang habisnya Utopia dari kegagalan sosialisme Amerika. Dalam argumentasi Bell, kegagalan sosialisme di Amerika berakar pada ketidakmampuan menyelesaikan dilema dasar antara etika dan politik. Sifat dari gerakan sosialis yang “terkunci” logika sendiri, menyebabkan mereka tak bisa berkompromi terhadap kapitalisme dan membuat gerakan itu dapat dengan mudah dirusak oleh gerakan keagamaan seperti Lutherianisme yang condong “hidup di” bukan “dari dunia”. Mood politik pada tahun 30-an sampai 50-an yang menimbulkan depresi besar ekonomi dunia, munculnya fasisme dan imperialism di Negara yang kebudayaannya maju, proklamir manusia ideal, perang yang hebat, dan pembunuhan birokratis terhadap jutaan orang membuat Bell memberikan kesimpulan bahwa berakhirlah harapan-harapan agung, pikran sorgawi, serta ideologi itu sendiri (The End of Sociology) yang dikunci dengan konsep bahwa ideologi telah berakhir di Barat.

 

Daftar Pustaka

Bell, Daniel. 2001. Matinya Ideologi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: